• Pondok Pesantren Al-Fatah didirikan oleh KH. Aceng Royani (Alm.) sejak tahun 1960 M / 1379 H
Zaman telah berubah, Santri tak cukup hanya bisa Ngaji tapi juga perlu diimbangi dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Keterampilan yang Mumpuni..

Sejarah Singkat.. Hari Santri Nasional

Tanggal 22 Oktober bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional. Peringatan hari tersebut merujuk pada peristiwa bersejarah yang membawa bangsa Indonesia meraih kemerdekaan dari kaum penjajah.

Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari pada 22 oktober 1945 di Surabaya mencetuskan resolusi jihad untuk mencegah kembalinya tentara kolonial Belanda yang mengatasnamakan NICA (Nederlandsch IndiĆ« Civil Administratie).

KH Hasyim Asy’ari kala itu menyatakan, membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap individu. Seruan Jihad yang dikobarkan oleh KH Hasyim Asy’ari itu membakar semangat para santri arek-arek Surabaya untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.

Pertempuran yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut tanggal 27 - 29 Oktober 1945, menewaskan Jenderal Mallaby. Ia tewas bersama dengan lebih dari 2.000 pasukan Inggris saat itu.

Peristiwa tersebut membuat angkatan perang Inggris murka, hingga berujung pada peristiwa 10 November 1945, peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Britania Raya.

Pertempuran itu adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Peristiwa bersejarah tersebut ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Mesjid Istiqlal Jakarta, Kamis (22/10/2015), Jokowi mengatakan penetapan tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap peran para santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mengingat peran tokoh-tokoh santri seperti Kyai Hasyim Ashari, Kyai Ahmad Dahlan dan lainnya. Untuk itu dengan seluruh pertimbangan, Pemerintah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Presiden RI Joko Widodo memaparkan besarnya peran santri bagi bangsa. Para tokoh-tokoh besar yang punya andil itulah yang membuat pemerintah menilai hari santri penting ditetapkan.

Sejarah mencatat, para santri telah mewakafkan hidupnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan tersebut. Para santri dengan caranya masing-masing bergabung dengan seluruh elemen bangsa, melawan penjajah, menyusun kekuatan di daerah-daerah terpencil, mengatur strategi, dan mengajarkan kesadaran tentang arti kemerdekaan.

       
 

Artikel Terkait:

0 komentar :

Posting Komentar